PENTINGNYA SEMANGAT BELA NEGARA DEMI MASA DEPAN BANGSA
Kata mahasiswa sudah tidak asing
lagi di kalangan masyarakat, Kata tersebut sering dikonotasikan sebagai perantau,
anak kosan, maupun jiwa - jiwa yang mempunyai pikiran kritis. Mahasiswa sebagai
anak muda yang sudah berpikir dewasa dikenal sebagai orang-orang yang memiliki
lika - liku kehidupan unik, baik didalam kehidupan perkuliahan maupun diluar
ranah perkuliahannya.
Apakah
semua mahasiswa dapat dikatakan sebagai orang-orang yang berpikir kritis? Tentu
tidak sedikit jumlah mahasiswa yang kurang menjiwai sifat tersebut. Seperti
sudah menjadi rahasia umum bahwa mahasiswa dikenal juga dengan pergaulan bebas,
narkoba, dan miras, serta demonstrasi yang destruktif. Masyarakat sudah dibuat
khawatir dengan fenomena ini terutama para orang tua yang menguliahkan anak
mereka dengan sepenuh jiwa raga agar anak mereka dapat menempuh pendidikan yang
lebih tinggi dengan harapan perubahan ke arah yang lebih baik.
Berbagai
fenomena tersebut dapat menggambarkan bahwa kedewasaan seorang mahasiswa tidak
ditentukan oleh umur, melainkan ditentukan dari betapa besar mereka
merefleksikan nilai - nilai baik dan buruk suatu kebiasaan. Seorang dapat
dikatakan dewasa jika ia sudah bisa membedakan mana nilai baik dan mana nilai buruk
suatu hal untuk dilakukan. Nilai-nilai tersebut juga sudah ditentukan dalam
setiap agama. Jika ditelusuri lebih dalam, maka dalam pengamalan nilai - nilai
tersebut akan berimbas pada cerminan kepribadian bangsa dan sikap bela negara
dari para mahasiswa.
Berbicara
mengenai bela negara, seringkali masyarakat memahami arti bela negara sebagai
sikap masyarakat dalam membela tanah air melawan kejahatan baik dari dalam
maupun luar negeri. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diambil suatu simpulan
bahwa kata bela negara berhubungan dengan peperangan melawan musuh negara.
Tidak sepenuhnya salah, pemahaman tersebut memang menggambarkan wujud bela
negara, tetapi dalam pengertian yang sempit. Pemahaman bela negara secara luas
yaitu suatu tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, meyeluruh,
terpadu dan berlanjut dengan dilandasi kecintaan pada tanah air Indonesia. Jadi
bela negara bukan hanya dalam peperangan melainkan setiap tekad, sikap, dan
tindakan yang dilandasi rasa cinta tanah air.
Mahasiswa
sebagai pionir pembangunan harus memiliki semangat bela negara. Masa depan
bangsa Indonesia ditentukan oleh para pemudanya sebagai barisan terdepan dalam
era globalisasi ini. Tentu saja semangat bela negara tidak hanya menjadi teori
belaka, melainkan harus dilaksanakan dengan segenap jiwa.
Contoh kecil pengaplikasian bela
negara sebagai mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari adalah berkuliah dengan
sungguh-sungguh, karena dengan sikap sungguh-sungguhlah mahasiswa dapat
memaksimalkan kuliahnya dengan tepat waktu dan hasil yang maksimal. Tidak lupa
pula sebagai mahasiswa harus bisa berorganisasi, karena dengan berorganisasilah
mahasiswa dapat mengembangkan dan mempersiapkan dirinya untuk terjun ke
kehidupan yang sebenarnya. Tentu dalam berorganisasi bukan banyak organisasi
dan jabatan yang kita jadikan tujuan utama, tetapi bagaimana kontribusi kita
dan bagaimana kita mengembangkan softskill
kita.
Dengan para pemuda mempersiapkan
masa depan mereka dengan sebaik mungkin yang dilandasi semangat bela negara,
maka bermanfaat pula bagi masa depan bangsa Indonesia dalam mengarungi masa
depan yang lebih kompleks. Manfaat tersebut yaitu tercapainya cita-cita bangsa
Indonesia seperti yang diamanahkan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.